berita Galura Jabar

Krisis Ratusan Guru di Sekolah Negeri: Langkah Taktis Pemkot Bogor Terjunkan Mahasiswa ke Ruang Kelas

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah terobosan untuk mengurai benang kusut krisis tenaga pengajar di wilayahnya. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi meluncurkan Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 di Graha Pakuan Siliwangi, Kampus Universitas Pakuan.

Inisiatif kolaboratif yang menggandeng Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor ini dirancang sebagai resep instan untuk menutupi celah kekosongan guru di sekolah-sekolah negeri, sembari menunggu alokasi formasi resmi dari pemerintah pusat.

Pangkas Defisit 650 Guru Sekolah Negeri

Saat ini, Kota Bogor mencatat kekurangan hingga 650 guru di tingkat pendidikan dasar hingga menengah. Keterbatasan kuota rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diatur oleh Kementerian PANRB dan BKN membuat daerah harus memutar otak agar proses belajar-mengajar tidak terganggu.

Sebagai tahap awal, sebanyak 135 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu—seperti Pendidikan Sekolah Dasar, IPA, Matematika, hingga Bahasa—diterjunkan langsung ke lapangan usai menjalani pembekalan intensif selama tiga hari.

“Program ini adalah solusi cepat dari Pemkot Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam merespons kekurangan guru. Jika biasanya mahasiswa berada di ranah teori, sekarang mereka langsung praktik menghadapi siswa dan menyiapkan materi,” tegas Dedie A. Rachim.

Mengubah Teori Menjadi Praktik Nyata

Program ini tak hanya bermanfaat bagi sekolah penerima, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi para calon pendidik. Berbeda dari program magang atau KKN reguler yang umumnya berdurasi 3 hingga 4 bulan, kolaborasi ini menerjunkan mahasiswa selama 5 hingga 6 bulan.

Dukungan penuh pun mengalir dari pihak akademisi:

  • Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, menegaskan komitmennya untuk memastikan transfer ilmu pengetahuan ke sekolah-sekolah dapat berlangsung secara kreatif, inovatif, dan relevan.
  • Wakil Rektor UIKA Bogor, Maemunah Sa’diyah, mengapresiasi durasi program yang lebih panjang karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyerap pengalaman langsung dari guru-guru senior di lapangan.

Melalui terobosan ini, Pemkot Bogor optimistis kualitas pendidikan daerah tetap terjaga sekaligus memberikan ruang pembelajaran yang lebih segar dan variatif bagi para siswa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *