berita Galura Jabar

Sinergi Strategis di Kota Banjar: Demi Kuliner Berdaya Saing, Langkah Besar Ini Resmi Dimulai

BANJAR – Sektor kuliner lokal Kota Banjar bersiap naik kelas melalui penguatan standar keamanan dan mutu produk. Langkah maju ini ditandai dengan kolaborasi strategis antara Dinas Kesehatan Kota Banjar dengan Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Keduanya resmi menjalin sinergi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang berlangsung di Aula Hotel DHD Syariah Purwaharja, Kota Banjar, Sabtu (11/07/2026). Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifuddin, A.KS., M.Kes., bersama Ketua Program Studi Pendidikan Tata Boga FPTI UPI, Dr. Rita Patriasih, S.Pd., M.Si.

Sebagai bentuk aksi nyata dari kesepakatan tersebut, momentum ini langsung dilanjutkan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat berupa edukasi Good Food Handling Practices. Mengusung tema besar “Menuju Kuliner yang Aman, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan,” agenda ini diikuti secara antusias oleh 40 pelaku UMKM kuliner pilihan dari berbagai sudut wilayah Kota Banjar.

Mendorong Kepercayaan Konsumen dan Daya Saing Pasar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifuddin, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan lompatan penting untuk memperkuat pembinaan berkala bagi para pelaku usaha kecil di sektor pangan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM kuliner sehingga mampu menerapkan standar keamanan pangan yang baik. Selain meningkatkan kualitas produk, hal ini juga akan memperkuat daya saing UMKM Kota Banjar di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pangan yang aman dan sehat,” jelasnya.

Sepanjang kegiatan, para peserta dibekali wawasan mendalam oleh narasumber ahli dari UPI dan Dinas Kesehatan. Materi edukasi difokuskan pada penerapan higienitas, sanitasi pangan yang ketat, teknik pengolahan bahan makanan yang aman, hingga metode efektif dalam mencegah kontaminasi silang di setiap tahapan produksi.

Lewat implementasi praktik penanganan pangan yang benar ini, para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga memberikan garansi keamanan bagi kesehatan konsumen. Pada akhirnya, kepatuhan terhadap standar ini diproyeksikan dapat mendongkrak kepercayaan pasar dan menjaga keberlanjutan bisnis kuliner lokal di masa depan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *