logo galura jabar berita
  • September 6, 2026

Sempat Digembok Ahli Waris, Masa Depan Pembelajaran Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Dipertaruhkan?

Sempat Digembok Ahli Waris, Masa Depan Pembelajaran Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Dipertaruhkan?

Bandung Aktivitas belajar mengajar di SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, mendadak gempar pada Kamis pagi (6/8/2026). Gerbang utama SDN 026 Bojongloa ditemukan terkunci rapat akibat aksi penggembokan yang dilakukan oleh pihak ahli waris pemilik lahan. Sontak kejadian sengketa lahan sekolah ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan siswa, guru, hingga orang tua murid yang khawatir anak-anak mereka kehilangan hak belajar.

Laporan insiden penggembokan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, sekitar pukul 06.00 WIB. Menanggapi situasi kritis yang mengancam keberlangsungan proses belajar mengajar di SDN 026 Bojongloa, jajaran Dinas Pendidikan Kota Bandung langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan komunikasi persuasif secara intensif dengan pihak ahli waris.

Berkat respons cepat dan penanganan yang sigap dari Dinas Pendidikan Kota Bandung, pintu gerbang SDN 026 Bojongloa berhasil dibuka kembali sekitar pukul 06.30 WIB. Kunci yang sempat menyegel akses utama dilepas, sehingga ratusan siswa dapat kembali memasuki area sekolah dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara normal tanpa gangguan berkepanjangan.

Usut punya usut, aksi nekat penggembokan ini merupakan buntut panjang dari sengketa lahan sekolah yang telah melalui proses hukum formal. Pengadilan telah mengeluarkan putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah) yang memenangkan pihak ahli waris atas kepemilikan lahan tempat bangunan SDN 026 Bojongloa berdiri.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk selalu menghormati dan mematuhi seluruh putusan hukum terkait sengketa lahan sekolah ini. Meski demikian, pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung menekankan bahwa perlindungan terhadap hak anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan dalam situasi apa pun.

Sebagai solusi permanen atas persoalan sengketa lahan sekolah ini, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung sebenarnya telah mengantisipasi langkah kepindahan sejak jauh hari. Pemkot telah merampungkan pembebasan lahan baru seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di wilayah Kelurahan Cibaduyut Kidul pada tahun 2025 sebagai lokasi relokasi sekolah Bandung. Bahkan, alokasi anggaran khusus untuk pembangunan gedung baru pun sudah disiapkan untuk tahun anggaran 2026.

Namun, rencana relokasi sekolah Bandung dan pembangunan fisik gedung baru tersebut hingga kini masih menemui jalan buntu di lapangan. Proyek relokasi SDN 026 Bojongloa ini harus tertahan sementara waktu lantaran adanya gelombang penolakan serta dinamika sosial dari sebagian warga yang bermukim di sekitar lokasi rencana pembangunan.

Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama jajaran aparatur kewilayahan terus mengupayakan dialog damai dan pendekatan kemasyarakatan. Langkah ini diambil agar proses relokasi sekolah Bandung dapat segera direalisasikan. Kehadiran gedung baru ini dinilai sangat mendesak demi menampung potensi krisis daya tampung sekolah dasar di Kecamatan Bojongloa Kidul, yang diproyeksikan kekurangan lebih dari 300 kursi bagi calon peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang.

Related Articles