CIMAHI, — Menghadapi ancaman krisis air bersih akibat fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau panjang, Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat mengamankan pasokan kebutuhan dasar warga. Langkah taktis ini diwujudkan melalui proyek eksplorasi masif cadangan air bawah tanah dalam di sejumlah wilayah strategis.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran salah satu titik proyek di RW 05, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara pada Selasa (14/7/2026). Peninjauan ini dilakukan guna menjamin proses ekstraksi air bersih berjalan sesuai target agar segera bisa didistribusikan kepada masyarakat.
“Saya cek langsung pengeboran titik air di Kelurahan Citeureup. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kami berharap bisa mendapatkan kualitas sumber air yang baik sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Ngatiyana.
Sinergi Strategis Lewat Program “TNI Manunggal Air”
Proyek penyediaan air bersih ini tidak dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah. Langkah antisipatif ini merupakan buah kolaborasi erat dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui program unggulan TNI Manunggal Air.
Program bentukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut difokuskan untuk membuka akses air bersih di wilayah-wilayah potensial krisis. Penanganan dilakukan secara komprehensif mulai dari pembuatan sumur bor, sistem pipanisasi yang terintegrasi, hingga pemasangan pompa hidram.
Secara keseluruhan, terdapat 8 titik pengeboran air yang saat ini sedang dikebut pengerjaannya di wilayah Kota Cimahi. Pemerintah setempat optimis seluruh titik tersebut dapat rampung dalam waktu dekat guna mengantisipasi puncak musim kemarau.
“Apresiasi tertinggi kami sampaikan kepada TNI AD dan Bapak KSAD yang telah menghadirkan program TNI Manunggal Air di Cimahi. Sinergi ini menjadi bantuan yang sangat vital dalam menjaga ketahanan pasokan air bersih bagi warga kami,” pungkas Ngatiyana.
